Saturday, 7 January 2017

Filosofi Wortel,Telur dan Kopi

Wortel, telur dan kopi merupakan benda yang tidak asing bagi telinga kita. Wortel merupakan salah satu jenis sayur yang banyak mengndung vitamin A, telur banyak mengandung protein dan kopi yang merupakan kegemaran Mbah Surip banyak mengandung kafein. Wortel, telur dan kopi ternyata mengandung filosofi yang sangat dalam. Penjelasannya adalah sebagai berikut:


Teman-teman tentu tahu kondisi apa yang akan terjadi apabila Wortel, telur dan kopi direbus ke dalam sebuah air mendidih.

Wortel yang tadinya keras, setelah direbus ke dalam air yang mendidih akan menjadi lunak.
Telur yang pada awalnya lunak, setelah direbus dalam air akan menjadi keras.
Kopi yang awalnya berupa benda padat berbentuk bubuk, setelah direbus dalam air mendidih akan hilang tetapi airnya berubah warna seperti kopi, dan memiliki rasa dan aroma seperti kopi pula.
Air tidak bisa mengubah bubuk kopi, justru bubuk kopi yang bisa mengubah air. Semakin panas airnya, semakin mantaff aroma kopinya.



Apabila kita bayangkan air yang mendidih adalah suatu persoalan kehidupan...

Kita bisa seperti wortel:
Pada awalnya kita orang yang kuat dan tegar, akan tetapi setelah diuji dengan suatu permasalahan hidup kita menjadi lembek, lunak dan lemah. Tidak ada semangat lagi untuk mengarungi kehidupan

Kita bisa seperti telur:
Pada awalnya kita seorang yang lembut dan peka terhadap lingkungan sekitar. Akan tetapi, setelah mendapatkan persoalan hidup, kita berubah menjadi seseorang yang keras dan tanpa perasaan. Hati kita menjadi beku.

Kita bisa seperti bubuk kopi:
Persoalan dan permasalahan hidup tidak akan mampu mengubah diri kita, justru kita yang mampu merubah masalah kehidupan menjadi bukan masalah. Semakin banyak dan besar masalah yang kita hadapi, kita akan semakin tegar dan semakin dewasa. Kita mampu membuat hidup kita menjadi indah dari kesukaran yang kita hadapi.

Suka, Sayang dan Cinta

Suka adalah saat kamu ingin memiliki seseorang. . .

Sayang adalah saat kamu ingin membahagiakan orang itu. . .

Dan cinta adalah saat kamu akan berkorban untuk orang itu . . .

Saat kamu bersedih dan menangis maka seseorang yg “menyukaimu” akan berkata ’sudahlah jgn menangis lg’

tp seseorang yg ‘menyayangi’ akan diam dan ikut menangis bersamamu . . .

Dan seseorang yg ‘mencintaimu’ akan membiarkanmu menangis dan menunggumu hingga tenang lalu berkata ‘mari kita selesaikan ini bersama’

saat seseorang yg menyukaimu berada disampingmu maka dia akan bertanya ‘bolehkah aku menciummu?’

tp seseorang yg menyayangimua maka dia akan berkata ‘biarkan aku memelukmu’

dan seseorang yg mencintaimu takkan berbicara..dia hanya akan selalu memegang erat tanganmu seakan dia takkan mau membiarkanmu terjatuh . . .

Saat kamu menyukai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan marah dan takkan mau lg berbicara dengannya..

Tp jika kamu menyayangi seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan menangis karenanya..

Dan jika kamu mencintai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan tersenyum walau itu pahit dan berkata ‘dia hanya belum tahu apa yg dia lakukan’

suka hanyalah keegoisan diri sendiri…

Sayang adalah memberi dan menerima..

Dan cinta adalah rela berkorban…

Suka hanya akan berbuat jika itu menyenangkan..

Sayang berbuat karena ingin selalu ada untuknya..

Dan cinta berbuat karena tak ingin membuatnya terluka tak peduli bgaimana keadaan kita. . .

Defense of Stupidity

Kebodohan adalah pertentangan asasi dengan logika. Tetapi logika yang mana pun pasti subjektif menilai lawannya. Bodoh! Semua orang bodoh. Semua manusia bodoh. Tetapi saya tidak bodoh. Berarti saya bukan manusia?? Ah, siapa peduli. Toh yang berkesimpulan seperti itu semuanya orang bodoh. Trus kenapa harus pusing?? Semua juga tahu, kalau orang bodoh sering salah dalam menarik kesimpulan.

Sekarang anggap saja saya bukan manusia. Kemudian anggap saja saya sejenis kera. Kera yang berani menuding semua manusia adalah BODOH!! Kera yang mengajukan pertanyaan kepada Anda; “Apakah Anda bodoh??” kemudian Anda menjawab; “IYA!!” Hahaha… saya langsung tertawa (huhukakkakaka). Kemudian Anda merasa dibodohi, dan semakin bodoh ketika seekor kera yang menertawakan Anda. Anda berubah pikiran, karena manusia percaya bahwa ia harus mempertahankan dirinya. Mempertahankan eksistensi, kemuliaan, kedudukan dan segala ‘keangkuhan’ manusia yang banyak itu. Dan Anda adalah manusia (minimal untuk sementara waktu). Kemudian Anda menarik kata yang telah Anda ucapkan pada seekor kera sebagai jawaban. Kemudian Anda berkata; “TIDAK!!.. Saya tidak bodoh.!”

Aha!! Kalau begitu Anda sama dengan saya. Ya Anda bukan manusia lagi. Anda seperti halnya saya adalah sejenis kera. Makhluk yang konon moyang dari manusia yang bodoh itu. Manusia yang kini berada pada titik nadir kemanusiaannya. Manusia yang awalnya dimuliakan Penciptanya sebagai menempati jenis paling mulia dari seluruh makhluk. Tapi lantas menghinakan diri sendiri, dengan logika.

Dengan logika pulalah, manusia menentang Penciptanya. Logika menjadi dewa, logika menjadi nabi setelah nabi penutup, logika paling mulia dan yang lainnya adalah najis, dan logika-logika yang hanya menjadikan dirinya sebagai idola. Menjadi idola inilah yang diidam-idamkan setiap anak dan remaja di negeri ini. Begitu mudahnya akses untuk menjadi idol, bahkan ketika kemudian logika itu harus dibenturkan dengan keyakinan atau prinsip-prinsip usaha keras bagi mereka yang menempuh menjemput rezeki melalui pintu-pintu rahmat, sehingga kadang kehilangan logika, kemudian melawan penciptanya sendiri dengan keluh kesah tanpa alasan yang jelas. Berdoa menginginkan rejeki yg banyak, tanpa diikuti usaha keras. Berdoa menyalahkan takdir, tanpa pernah sedikit bersyukur atas semua nikmat yang ia terima hingga hari ini.

Apakah kemudian manusia terlampau pandai, sehingga dengan logika mereka berani melawan penciptanya?? Perlawanan juga berarti ketika kita tidak terima terhadap sesuatu, dan bisa dipastikan (dalam kadar yang berbeda) kita pernah melakukan perlawanan terhadap Pencipta kita. Adzan dikumandangkan memanggil kita untuk sholat, namun kita tidak segera bergegas mengambil air wudhu dan menunaikan kewajiban. Puasa di bulan ramadhan kita jalani kadang masih ada ego yang tersisa hingga menganggapnya sebagai beban. Dan masih banyak lagi.

Huufff… dalam kehidupan seperti ini, saya dengan kesadaran sepenuhnya dan tanpa unsur paksaan sedikitpun, saya memilih untuk menjadi bodoh. Agar tidak sedikit pun ‘berperang’ melawan pencipta saya. Saya ingin bodoh, hingga kemudian saya tunduk kepada pencipta saya, sebagai bentuk iman akan perintah yang seharusnya saya jalani, bukan saya lawan, atau pura-pura hindari. Saya juga ingin menyandang predikat penakut, yang takut pada-Nya. “Cukuplah takut kepada ALLAH sebagai ilmu, dan keberanian menentang-Nya sebagai kebodohan” [Ibnu Mas’ud RA]





*sumber: tulisannya Mesia Kasimilia [Minimagz OpenMind ed.16]

Kisah Bola Hitam & Bola Putih (Kisah Sedih)

Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi. Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma bareng pengasuh aja. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi. Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma bareng pengasuh aja.

Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki.Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, "Tuan, nggak kasian sama den Bagus ? Masa sepeda nggak punya...apa tuan juga nggak malu?" Iya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan.. maka dipanggillah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merek apa..dan si anak cuma bilang, "Nggak usah repot2 pi, aku dibeliin bola item bola putih aja.." Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. "Kenapa bola item dan putih?" "Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja." Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol, jadi papinya nerima2 aja. Nggak berminat lanjutin, maka dibeliin lah tu anak sepeda generasi terbaru saat itu, yang paling canggih, plus bola item dan bola putih.

Trus ni anak masuk SD lah. Pas itu musim sepatu roda. Sekian lama pengasuh pratiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda sama papinya. Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang. Lagi nggak musim. Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak dipanggil lagi. "Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu? kok nggak bilang2 papi. Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja...". Si anak bilang,"nggak pi, bola item dan bola putih saya udah rusak..dibeliin lagi aja..nggak usah beli sepatu roda. Lagian lebih murah bola kan pi?" Yee..si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok merendah ? So, tetep si papi beliin sepatu roda, plus bola item dan bola putih.

Selang beberapa taun, ni anak masuk SMP. Cerita sama terulang. Sekarang temen2nya musim rollerblade. Tren baru. Sementara sore hari, dia masih setia sama sepatu rodanya.Pas bokapnya pulang dari luar negri dan ngeliat anaknya doang yang pake sepatu roda, si papi malu banget. Gila, rumah gedong, perusahaan banyak, keluar negri terus...eeh anaknya ketinggalan jaman. Besoknya, di kamar anaknya udah ada sepasang roller blade baru dengan note: "Biar kamu nggak malu". Malemnya di ruang kerja papinya ada note balesan: "Pi, kok nggak beliin bola item dan bola putih? Aku lebih suka itu." Weleh, si papi pas liat note itu dongkol tambah bingung. Apaan sih istimewanya bola item dan bola putih? Emang bisa bikin die beken atau nge-tren? Besoknya dan besoknya lagi si papi berkali2 nemuin note itu...hingga dia nggak tahan dan membelikan anaknya bola item dan bola putih untuk kesekian kalinya. Bener, setelah dapet tu bola, si anak nggak ngerongrong bokapnyalagi.

Pas SMA, yang jaraknya rada jauh, si anak masih berbis ria, temen2nya udah ada yang bawa motor en mobil ke sekolahan. Suatu hari, tumben papinya di rumah, si anak pulang dianterin temennya yang mau ditebengin. Papi malu banget. Masa cuma untuk anak satu nggak bisa beliin mobil? Maka ditawarin anaknya. Si anak nolak dengan alasan mobil kurang praktis, lagian pengen bola item bola putih aja. Si bapak nggak terima penolakan. Karna anaknya udah gede, bisa berunding. Hingga tercetus keputusan si anak dibeliin motor plus bola item dan bola putih tentunya. Dan sibapak kesel juga dunk. Udah berapa taun dia beberapa kali beliin dua macem bola itu tanpa tau kenapa. Tapi si anak nggak ada keinginan dan kemauan ngasih tau sih.

Hingga tibalah masa kuliah. Karna seneng dan bangga masuk PTN, si anak dikadoin mobil. Sampe beberapa bulan si anak masih naek motoor aja. Kuliah, pacaran, naek motor aja. Pacarnya juga bingung, kan dia punya mobil? Ditanya sama pacaranya, dijawab, abis papi nggak beliin bola item bola putih. Nggak ngerti anak sendiri sih! So, pas makan malem bersama, si pacar bilang sama papi, kenapa si om nggak beliin bola item bola putih. Si papi sebenernya sensitif sama parabola itu..huh..sampe pacar anak gue nyuruh2..ditanya dong kenapa. Si pacar bilang kalo mobilnya nggak akan dipake selama nggak dikasih bola itu juga. Papi bingung dong, di kamar anaknya udah segitu banyak bola item bola putih. Buat apa sih, pikir papi. Tapi demi gengsi, anak orang lho yang nanya, maka besoknya udah ada bola item bola putih buat anaknya.

Suatu hari anaknya gaul ke puncak bawa mobil, sama pacarnya. Yah, namanya anak muda, pas lagi di jalan, sipacar nyium dia en dia jadi grogi dan kecelakaan!!! Segera di bawa ke rumah sakit si papi juga ditelpon sama rumah sakitnya. Tabrakannya parah. Mereka berdua nggak ada yang pake seatbelt, yang cewek mati seketika dan ni cowok udah sekarat. Si papi dateng ke RS.."gimana dok, anak saya?" Dokter (dengan tampang empati penuh duka cita):"Maaf pak, kami tidak dapat berbuat banyak..sepertinya memang sudah waktunya... sebaiknya bapak manfaatkan waktu terakhir.."

Perlahan si bapak masuk, nyamperin anaknya. "Pap, maafin saya..nggak hati2 bawa mobilnya.." si anak juga nangis karna pacarnya nggak tertolong. Si papi nenangin dia...akrablah dua manusia itu beberapa saat. Hingga si papi beranggapan ini saat terakhir. Dia inget penasaran dia tentang kenapa si anak selama ini selalu minta bola item bola putih. "Nak, maafin papi selama ini yang selalu sibuk..kamu jadi kesepian..maafin papi, nak. Nggak sempet jadi orang tua yang baik." Anaknya jawab,"nggak apa-apa pi, saya ngerti kok..Cuma sempet kesel kalo papi punya uang lebih malah beliin yang macem2....saya cuma minta bola item dan bola putih aja kan?" Si papi rasa timing-nya tepat nih, "KENAPA SIH KAMU SELALU MINTA BOLA ITEM BOLA PUTIH...ADA APA DENGAN BOLA2 ITU?" (pembaca juga penasaran ya..?)

Si anak jawab dengan terpatah2 dan susah banget, abis udah sekarat dan masanya udah hampir sampe..."sebab pi...saya..."

*hep* Kepalanya rebah dan nafasnya ilang.

Si anak udah meninggal sebelum kasih tau papinya.


--------------------------------------------------

Nah, si papi aja yang udah hidup bareng anaknya nggak tau...apalagi saya yang cuma bercerita? GIMANA?

Kesel ngak sih? Tabokin aja yang pertama kali cerita, tapi maapin yang "forward" in karena saya juga korban pren, nggak enak jadi korban sendirian.

Capek kan bacanya........

--------------------------------------------------
sorry cuma ngutip dari punyanya mas AMBON .. hehehe

1001 Hikmah Sholat Subuh

Fenomena ADK saat ini ketika adzan shubuh berkumandang masih banyak yang terlelap , persis seperti nasyid dari raihan yang berjudul "peristiwa shubuh" padahal keutamaan sholat shubuh amatlah agung. Mulai dari sholat rawatibnya (Fajr) hingga sholat fardhunya. Begitu besar keagungan dari amal sholeh ini. Namun betapa banyak dari kita yang terbuai dengan kenikmatan Alloh berupa ngantuk dan kenyang setelah sahur. Na'udzubillah. Berikut sedikit kajian dari bedah buku "Misteri sholat subuh" yang dilaksanakan di Baitul Muharrik. Semoga memberikan pencerahan kepada kita untuk lebih giat untuk melaksanakan amal sholeh ini.

" Pernah, salah seorang penguasa Yahudi, menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal. Ialah bila jumlah jamaah shalat Subuh menyamai jumlah jamaah shalat Jum'at "
"Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya" Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?

"Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya' dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak" [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)

Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.

"Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, 'Nikmatilah malam yang panjang ini'. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas".

Jawablah dengan jujur :
Ketika Anda harus berangkat keluar kota dengan menggunakan pesawat terbang atau kereta api pada pukul 05:00 pagi, bisakah dengan potensi fisik Anda tiba di bandara atau stasiun tepat pada waktunya? Apakah ada kelonggaran bagi Anda untuk datang terlambat ?

Apabila ada seorang pengusaha yang berjanji akan memberi Anda uang setiap hari pada pukul 05:00 pagi sebesar Rp 1 juta jika Anda datang tepat padawaktunya, apakah Anda akan mendatanginya? Apakah Anda akan beralasan bahwa Anda tidur terlambat, sehingga Anda tidak bisa datang?

Jika Anda benar-benar dapat memenuhi keinginannya, sehingga Anda mendapat Rp 365 juta dalam setahun, lalu keesokan harinya ajal datang menjemput.Bayangkan Anda dibawa dengan keranda menuju liang lahat. Jika Anda berada di posisi ini, jawablah dengan jujur :
"Apakah Anda senang masuk liang lahat dengan membawa Rp 365 juta, dan tidak melaksanakan shalat Subuh walau sekalipun?"
"Ataukah lebih utama bila Anda masuk liang lahat dengan membawa 365 shalat Subuh, dan Anda tidak bawa uang walau hanya seribu rupiah?"
Jawablah dengan sejujur-jujurnya! Manakah yang lebih kekal dan bermanfaat?

"Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya' dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat" [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga,Insya Allah.

"Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh lima lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh". "Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - 'Bagaimanahamba- 2Ku ketika kalian tinggalkan ?' Mereka menjawab, 'Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga'. " [HR Al-Bukhari]

Sedangkan bagi wanita - walau shalat di masjid diperbolehkan - shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya. Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada permulaan waktu, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid.

"Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan,dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka" [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. "Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?" (QS Huud:81)

Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh.Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia.

"Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS Muhammad : 7)

"Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa" (QS Al-Hajj:40)

TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :
1. Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
2. Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
3. Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
4. Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
5. Carilah kawan yang baik (shalih)
6. Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)
7. Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
8. Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
9. Bantulah dengan 3 buah bel pengingat (jam weker; telpon; bel pintu)
10. Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga

Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri.

Disarikan dari :
Buku "MISTERI SHALAT SUBUH"
Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh Bagi Para Pribadi dan Masyarakat
Pengarang : DR. Raghib As-Sirjani
Penerbit : Aqwam